Tampilkan postingan dengan label BLC Telkokm Klaten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BLC Telkokm Klaten. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Maret 2017

Instalasi Cacti untuk monitorix server

Tarjo Net.



Pengertian
      Cacti adalah alat open-source, berbasis web monitoring jaringan dan grafik yang dirancang sebagai aplikasi front-end untuk open-source, data logging tool RRDtool standar industri.Cacti merupakan solusi jaringan grafik lengkap.Cacti menyediakan poller cepat, canggih grafik template, beberapa metode akuisisi data, dan manajemen pengguna fitur luar kotak. Semua ini dibungkus dalam intuitif, mudah digunakan antarmuka yang masuk akal untuk LAN berukuran instalasi sampai dengan jaringan yang kompleks dengan ribuan perangkat.

Latar Belakang
Memonitor server menggunakan cacti lebih mudah karna menggunakan GUI.

Maksud dan Tujuan
Memonitoring jaringan menggunakan Cacti

Alat dan Bahan
  • Debian server 8.6
  • PC dan Laptop 
  • Koneksi internet
  • Kabel Lan

Waktu yang dibutuhkan
Kurang lebih 10 menit

Tahap Pelaksanakan
Install Cacti terlebih dahulu
#apt-get install cacti
 

Pilih Yes.cacti akan membuat database secara otomatis


Masukkan Password database,cacti sedang membuat database


Masukkan password database agar cacti terhubungn dengan database yang telah dibuat oleh cacti itu sendiri


Confirmasi Password


Pilih Webserver untuk menggunakan cacti


Klik Next


Klik Next


Klik Finish


Masukkan username dan password untuk masuk ke cacti.
Default login Username=admin,Password=admin


Masukkan Password baru untuk login cacti dan mengganti password default


Referensi

Jumat, 10 Maret 2017

Konfigurasi PPPOE Server In mikrotik

Tarjo Net.



Pendahuluan
         Kali ini admin akan sedikit share tentang cara konfigurasi pppoe server di mikrotik.

Pengertian
        Protokol Point-to-Point over Ethernet (PPPoE) adalah protokol jaringan untuk encapsulating PPP frame dalam Ethernet frame.pppoe menggunakan username dan password agar dapat mendapatkan akses pppoe.pppoe lebih secure karna menggunakan ethernet.

Latar Belakang
        Admin akan sedikit sharing tentang konfigurasi pppoe di mikrotik.

Alat dan Bahan
  • Laptop/PC Client
  • Mikrotik Router
  • Kabel UTP

Waktu yang dibutuhkan
  • Kurang lebih 5 menit

Topologi


Tahap Pelaksanaan
Buat IP pool terlebih dahulu,yang nanti akan digunakan untuk membagikan ip untuk client secara Dinamis.
IP>ip pool>Add(+)


Buat profile buat pppoe nanti.
  • Local Address = ip pppoe servernya
  • RemoteAddress = IP untuk Client(masukkan profile ip pool yang tadi telah dibuat)
PPP>Profile>Add(+)


Masuk Secret untuk membuat username password.
  • Name = Usernamenya
  • Password = Password untuk client pppoe
  • Profile = Masukkan identitas profile yang tadi baru dibuat


Tambah service PPPOE
  • Interfaces = Interfaces yang akan disetting pppoe
  • Default profile = Masukkan profile yang tadi telah dibuat
PPP> pppoe server >Add(+)


Finish

Reverensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Point-to-point_protocol_over_Ethernet

Kamis, 09 Maret 2017

Konfigurasi PPPOE Client di Debian

Tarjo Net.




Pendahuluan
       Kemaren admin teleh share tentang konfigurasi pppoe server di mikrotik,sekarang admin akan share pppoe client di Debian server.

Pengertian
      Protokol Point-to-Point over Ethernet (PPPoE) adalah protokol jaringan untuk encapsulating PPP frame dalam Ethernet frame.pppoe menggunakan username dan password agar dapat mendapatkan akses pppoe.pppoe lebih secure karna menggunakan ethernet

Latar Belakang
      Admin akan sedikit sharing tentang konfigurasi pppoe client di Debian server.

Alat dan Bahan
  • Debian server(pppoe client)
  • Mikrotik Router(pppoe server)
  • Kabel UTP

Waktu yang dibutuhkan
  • Kurang lebih 5 menit

Topologi



Tahap Pelaksanaan
Install pppoeconf terlebih dahulu
 #apt-get install pppoeconf


Ketik pppoeconf untuk scan pppoe servernya


Akan ada Modify,Pilih Yes


Nanti ada tampilan seperti dibawah ini,Pilih Yes 


Masukkan Username pppoe(Username yang dibuat di pppoe server)


Masukkan Password pppoe


Jika Yes kalian akan dapat DNS Otomatis dari pppoe server,Pilih YES aja


Akan ada Limited MSS,Pilih Yes 


Pilih Yes, berarti pppoe client sukses


Pilih Yes



Coba ketik #ifconfig ,apakah telah mendapatkan ip otomatis dari pppoe server


Ketik #ip addr show ppp0
untuk cek pppoe


Finist

Reverensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Point-to-point_protocol_over_Ethernet













Rabu, 08 Maret 2017

How To OSI Layer Work

Tarjo Net.





Pendahuluan
       Sekarang banyak orang yang menyepelekan tantang 7 OSI layer.Padahal itu adalah kunci kita dalam kesuksesan dalam IT.

Pengertian
       Sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).

Latar Belakang
  • Penjelasan singkat tentang OSI Layer

 Penjelasan


OSI Layer 7: Application
OSI lapisan aplikasi mengacu pada layanan komunikasi untuk aplikasi.
Ketika programmer merancang sebuah editor gambar misalnya, mereka tidak harus berpikir tentang menambahkan OSI Layer 7 kemampuan untuk software itu, karena tidak memiliki kebutuhan untuk komunikasi dengan komputer lain. Di sisi lain, saat membuat FTP klien, mereka harus menambah kemampuan komunikasi untuk perangkat lunak tersebut. Pada Layer 7 kita biasanya menemukan Telnet, FTP, HTTP, SMTP, SNMP, atau SSH. Ketika kita mengatakan, misalnya, Layer 7 filtering, kita mengacu pada data  aplikasi penyaringan


OSI Layer 6: Presentation
Tujuan dari lapisan presentasi adalah mendefinisikan format data yang data
diwakili. format data biasanya format standar seperti ASCII, JPEG, GIF, TIFF,
MPEG, dll OSI Layer 6 juga mendefinisikan enkripsi sebagai layanan lapisan presentasi. Pentingnya mendefinisikan format data jelas. Misalnya, saat mengirim email, Anda biasanya kirimkan teks biasa (ASCII) atau HTML. Jika aplikasi menerima tidak tahu format data ini, email Anda tidak akan ditampilkan dengan benar. OSI Layer 6 menyediakan layanan untuk lapisan OSI (aplikasi) atas. Ini memformat data yang akan dikirim melalui jaringan dengan cara aplikasi penerima mampu untuk memahami dan / atau memanipulasi.


OSI Layer 5: Session 
Lapisan sesi mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol, dan mengakhiri percakapan. Ini percakapan disebut sesi. OSI Layer 5 memastikan komunikasi antar-host, artinya menetapkan cara untuk mengelola sesi antara aplikasi.Sebuah aplikasi dapat berkomunikasi dengan beberapa aplikasi lain (pada PC lainnya) di waktu yang sama. Untuk setiap saluran komunikasi, Layer 5 mulai sesi terpisah yang menyediakan layanan untuk lapisan atas (presentasi). Lapisan sesi memastikan bahwa serangkaian pesan selesai. Misalnya, jika hanya setengah data diterima pada sesi tertentu, Layer 5 tidak akan melewatkan data ke lapisan atas jika aplikasi dibangun dengan cara ini. Misalnya, Anda pergi ke mesin ATM, login, mencetak Anda status akun, dan masukkan jumlah yang ingin Anda ekstrak dari akun Anda, tetapi kesalahan komunikasi yang terjadi saat itu. ATM tidak akan memberikan uang tunai sebelum itu mendebit akun Anda, sebaliknya, hal itu akan menunggu konfirmasi dari pusat sistem bahwa akun telah didebet dengan jumlah yang kemudian memberikan uang tunai. Pada lapisan sesi, kita menemukan SQL, NFS, RPC, dll Biasanya, sistem operasi bertanggung jawab untuk OSI Layer 5.

OSI Layer 4: Transport 
Lapisan transport memastikan pengelolaan sirkuit virtual antara hostyang dapat memberikan koreksi kesalahan. Ini berisi serangkaian protokol yang bersangkutan dengan masalah transportasi antara host. Protokol ini dapat menyusun ulang aliran data jika paket tiba rusak.OSI Layer 4 menyediakan layanan untuk lapisan sesi, yang berarti bahwa setelah data diterima, multiplexing, dan mengatur kembali, itu diberikan ke lapisan atas (sesi)untuk menangani. Yang paling umum Layer 4 protokol TCP, UDP, dan SPX.Layer 4 protokol dapat memberikan pengiriman ulang paket yang host lain tidak menerima. Ini disebut koreksi kesalahan. Juga, karena keterbatasan bandwidth,jika data yang dikirim dari satu perangkat menggunakan bandwidth yang fisik penuh, kemacetan jaringan akan terjadi. Layer 4 protokol yang bertanggung jawab untuk membatasi kecepatan transmisi sehingga jaringan tidak mendapatkan banjir. Ini disebut kontrol aliran.

OSI Layer 3: Jaringan
Lapisan jaringan mendefinisikan pengiriman end-to-end data. Agar komputer menjadi diidentifikasi, lapisan jaringan mendefinisikan logis (misalnya alamat IP). OSI layer 3 juga mendefinisikan bagaimana routing yang bekerja dan bagaimana rute dipelajari oleh router untuk paket pengiriman. Juga, lapisan jaringan mendefinisikan fragmentasi paket, yang merupakanProses yang memecah paket ke unit yang lebih kecil untuk mengakomodasi media yang dengan unit transmisi maksimum (MTU) ukuran yang lebih kecil kami harus memikirkan "routing". Misalnya, router Layer 3 perangkat yang menjalankan routing yang protokol untuk penentuan jalur. Router membuat keputusan routing mereka berdasarkan tabel routing yang mereka miliki. Rutetabel adalah koleksi aturan yang mendefinisikan dimana data harus pergi untuk alamat tertentu atau jaringan. 

OSI Layer 2: Data Link 
Spesifikasi lapisan data link prihatin dengan mentransfer data melaluimedia tertentu. Misalnya, IEEE 802.3, yang merupakan protokol untuk Ethernet, adalah ditemukan di OSI Layer 2. Hub dan switch adalah Layer 2 perangkat Pada lapisan data link kita menemukan protokol seperti ATM, Frame Relay, HDLC, PPP, FDDI, dll Apa yang kita perlu memahami dari ini adalah bahwa OSI Layer 2 menentukan bagaimana paket yang dikirim ke link komunikasi 

OSI Layer 1: Physical 
Lapisan fisik berisi spesifikasi untuk media fisik transmisibahwa protokol lapisan data link digunakan. Layer 1 spesifikasi tentang konektor, pin, arus listrik, modulasi cahaya, dll Pada Layer 1, kita menemukan 802,3 standar, yang memiliki definisi tentang pinout Ethernet, panjang kabel, tegangan, dll Lebih Selain itu, kami menemukan kabel standar spesifikasi untuk RJ45, RJ48, V.35, V.24, EIA / TIA-232, dan sebagainya.Ketika kita berpikir tentang Layer 1, kita dapat berpikir "kabel dan konektor". 

Kesimpulan
Pada Layer 7 (aplikasi) dari model OSI kita memiliki user interface (web browser sebagai contoh). Layer 6 (presentasi) menangani bagaimana data disajikan (misalnya HTML). Saat mengakses halaman web, komputer dapat mengirim / menerima email. Penyimpanan data dari aplikasi yang berbeda terpisah adalah pekerjaan untuk Layer 5 (sesi) dari OSI model. Pada Layer 4 (transportasi) kita menemukan protokol yang mentransfer data (TCP untuk misalnya), sementara pada Layer 3 (jaringan) kita menemukan logis, yang digunakan untuk penentuan jalur (misalnya IP). Pada Layer 2 (data link), kita menemukan protokol jaringan seperti Ethernet, dan pada lapisan terendah, Layer 1 (fisik), kita menemukan kabel yang Spesifikasi (mis RJ-45). 

Reverensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI 

Selasa, 07 Maret 2017

How To DNAT(Destination NAT) Work

Tarjo Net.





Pengertian
       DNAT atau tujuan Network Address Translations memetakan sebuah alamat IP publik untuk alamat IP pribadi. DNAT adalah kebalikan dari SNAT; Jadi, jika Anda SNAT untuk menerjemahkanaAlamat IP pribadi ke alamat IP publik dan DNAT untuk menerjemahkan IP publik yang sama alamat ke alamat IP pribadi yang sama, hasilnya akan NAT penuh. DNAT biasanya digunakan ketika Anda memiliki server di belakang NAT, sehingga IP publik yang sama alamat dipetakan ke alamat IP pribadi yang berbeda tergantung pada port atau protokol. Proses ini juga disebut port forwarding.

Latar Belakang
     Dalam kasus sekarang ini,sangat sulit untuk mengetahui secara penuh tentang NAT,SNAT,DNAT memang sulit dijelaskan dengan kata-kata.Tapi sekarang admin akan sharing tentang sedikit ilmu admin tentang DNAT.Penjelasan SNAT dan NAT sendiri telah admin share di postingan sebelumnya.

Topology



Penjelasan
        Biasanya, 2.2.2.2 tidak dapat melakukan komunikasi untuk 192.168.1.3 karena ini adalah alamat IP pribadi dan tidak diarahkan di Internet. 2.2.2.2 mencoba untuk memulai koneksi dengan 1.1.1.1. Jika aturan DNAT cocok untuk ini paket, router Linux akan mengubah alamat IP tujuan dalam paket IP sundulan dari 1.1.1.1 ke 192.168.1.3.Setelahnya lulus paket menuju 192.168.1.3, dan menyimpan track dari hubungan ini. Ketika 192.168.1.3 membalas, paket yang akan ditemukan di tabel conntrack dari Linux  membuat router  "tahu" bahwa paket milik koneksi diprakarsai oleh 2.2.2.2 ke 1.1.1.1. Linux router akan mengubah alamat IP sumber di header paket IP dari 192.168.1.3 ke 1.1.1.1.Cukup muda dipahami bukan..

catatan
ingat,Jika DNAT dikonfigurasi, tetapi SNAT tidak, 2.2.2.2 akan mampu membangun koneksi ke 192.168.1.3 menggunakan 1.1.1.1 sebagai tujuan alamat IP, tetapi 192.168.1.3 tidak akan dapat
melakukan koneksi ke 2.2.2.2.Jadi yang harus dilakukan adalah mengkonfigurasi keduanya.


Reverensi






Senin, 06 Maret 2017

How To SNAT and Masquired Work(difference)

Tarjo Net.




Pendahuluan
      Dalam kasus ini admin akan menjelaskan cara kerja dan perbedaan SNAT dan Masquired.Mungkin cukup sulit dalam menjelaskannya,tapi akan admin coba.

Pengertian
       SNAT adalah alias untuk Sumber Network Address Translation. Hal ini disebut begitu karena hanya sumber alamat IP akan diterjemahkan. Kotak NAT akan menimpa alamat sumber di IP header dari semua paket yang dikirim oleh kotak belakang NAT untuk satu atau banyak alamat IP. Satu atau banyak host dapat diterjemahkan ke dalam alamat satu atau banyak IP publik hanya ketika mengakses Internet,Jika satu atau banyak host di belakang NAT dijabarkan ke dalam hanya satu alamat IP publik, Proses ini disebut statis SNAT. Jika mereka diterjemahkan ke dalam beberapa IP publik alamat (biasanya kisaran alamat IP), proses ini disebut dinamis SNAT. Di kasus dinamis SNAT, router NAT memilih alamat IP dari rentang, begitu satu komputer mengakses Internet sangat mungkin diterjemahkan ke dalam berbagai alamat IP untuk setiap koneksi itu dimemulai. Untuk dinamis SNAT, iptables memilih alamat IP yang digunakan setidaknya dari kisaran tertentu. Jika banyak alamat IP dari rentang tidak digunakan sama sekali, iptables secara acak memilih salah satu dari mereka. 
       Menyamar atau Masquired bekerja sama persis seperti statis SNAT, kecuali bahwa Anda tidak bisa menentukan alamat IP publik yang akan digunakan. Maka secara otomatis akan menggunakan alamat IP dari antarmuka keluar dari router NAT,contoh jika menuliskan out interfaces eth1 maka alamat IP yang berada di belakang NAT akan di terjemahkan menurut alamat IP eth1.

catatan
SNAT diperkenalkan dengan iptables, dan tidak ada di Netfilter untuk kernel yang lebih rendah dari 2,4. Namun, Masquerade disimpan di iptables hanya karena dengan interface seperti PPP
adapter yang menerima alamat IP yang ditetapkan secara dinamis, itu sederhana untuk melakukan MASQ daripada menemukan statis alamat IP dengan SNAT.
Untuk melakukan SNAT atau Masquerade, router perlu menggunakan pelacakan koneksi sehingga "tahu" di mana untuk mengirim arus dari data milik koneksi yang diprakarsai oleh host di belakang NAT.


Topology



Penjelasan
        Dalam diagram ini, komputer dengan 192.168.1.3 alamat IP mencoba untuk memulai koneksi ke 2.2.2.2. paket dilewatkan ke router Linux dengan sumber IP 192.168.1.3 dan IP alamat tujuan 2.2.2.2. Jika komputer SNAT atau Masqueraded, router Linux akan mengubah sumber alamat IP dalam header paket dari 192.168.1.3 ke 1.1.1.1 dan akan melewati paket terhadap 2.2.2.2 sesuai dengan proses routing. Informasi tentang hubungan ini adalah
disimpan di / proc / net / ip_conntrack. Ketika 2.2.2.2 membalas, paket IP yang tiba di router Linux akan memiliki sumber IP address 2.2.2.2 dan IP alamat tujuan 1.1.1.1. Linux mencari informasi tentang paket ini di / proc / net / ip_conntrack, dan menemukan kecocokan terhadap informasi yang tersimpan di langkah sebelumnya. Pada titik ini, Linux akan mengubah tujuan alamat IP dalam header paket untuk 192.168.1.3 dan akan lulus paket IP terhadap komputer yang ditunjuk sesuai dengan proses routing.



Reverensi
 https://en.wikipedia.org/wiki/Network_address_translation







 

Sabtu, 04 Maret 2017

How to NAT (Network address translation) work

 Tarjo Net.




Pendahuluan
        Menurut cara TCP / IP bekerja, agar host untuk berkomunikasi di
Internet, masing-masing harus memiliki alamat IP yang unik. Namun, karena kekurangan alamat IP publik yang tersedia, maka perlu menggunakan satu alamat IP untuk banyak host menggunakan NAT. Network Address Translation adalah cara untuk menerjemahkan satu alamat IP ke lain. Ini menyiratkan router NAT (Linux dalam kasus kami) yang menulis ulang sumber atau tujuan IP perangkat di belakang router NAT. Ada banyak kotak kecil yang disebut router SOHO atau router NAT yang dapat digunakan untuk melakukan NAT untuk LAN swasta kecil.

Topology


Penjelasan
        Kami memiliki router Linux dengan satu koneksi Internet dan IP publik alamat-1.1.1.1. Kita dapat menggunakan alamat IP apapun yang kita inginkan dari segmen IP pribadi kita disajikan dalam topology di atas.jadi kami memilih untuk jaringan ini 192.168.1.0/24 sebagai subnet untuk pribadi kita jaringan. Segmen IP swasta dijelaskan dalam RFC 1918, dan adalah:
• 10.0.0.0 - 10.255.255.255 (10/8 prefix)
• 172.16.0.0 - 172.31.255.255 (172,16 / 12 prefix)
• 192.168.0.0 - 192.168.255.255 (192.168 / 16 prefix)


Sekarang, karena 192.168.1.0/24 adalah jaringan pribadi, alamat IP tersebut tidak dialihkan di mana saja di internet, yang berarti bahwa tidak ada host di Internet dapat mengakses perangkat di jaringan kami.Agar host menggunakan alamat IP privat untuk berkomunikasi dengan host lain di Internet, router NAT penulisan ulang alamat IP pribadi mereka ke IP publik sendiri. Dengan cara ini, tuan rumah pada pertukaran data internet dengan alamat IP publik router Linux. router perlu "tahu" paket yang untuk dirinya sendiri, dan yang paket yang
untuk yang host dengan alamat IP pribadi. router menyelesaikan ini dengan menjaga melacak semua koneksi TCP / IP yang melewatinya. Proses ini disebut
pelacakan koneksi.
Menggunakan pelacakan koneksi juga saat router menyadari bahwa ketika sebuah paket tiba ke 1.1.1.1 sebagai akibat dari permintaan berasal dari 192.168.1.2, paket harus diteruskan ke komputer laptop, dan sehingga penulisan ulang alamat IP tujuan di IP header paket dari 1.1.1.1 ke 192.168.1.2.

NAT dapat dilakukan dalam beberapa kategori:

  1. Satu-ke-satu (1: 1): Kami menerjemahkan satu alamat IP pribadi ke dalam satu IP publik alamat, misalnya, dalam diagram sebelumnya jika kita melakukan NAT hanya untuk komputer laptop, maka kita akan melakukan satu-ke-satu NAT.
  2. Satu-ke-banyak (1: Banyak): satu alamat IP pribadi diterjemahkan ke dalam banyak masyarakat alamat IP. Ini berarti bahwa untuk setiap sambungan inisiat perangkat pribadi dengan host di Internet, router NAT memilih alamat IP publik dari berkisar untuk menerjemahkan alamat IP pribadi ke dalamnya. Sebagai contoh, jika kita melakukan NAT hanya untuk komputer laptop dan kami memiliki lebih dari satu IP publik alamat dalam diagram, kita akan memiliki satu-ke-banyak NAT.
  3. Banyak-ke-satu (banyak: 1) ini adalah seperti dalam diagram sebelumnya, di mana banyak alamat IP pribadi dijabarkan ke satu alamat IP publik (jika IP public alamat milik router, ini juga dikenal sebagai menyamar).
  4. Banyak-ke-banyak (banyak: banyak): Banyak alamat IP pribadi dijabarkandengan menggunakan kisaran alamat IP publik. Jika kita memiliki lebih dari satu alamat IP publik dan kami untuk NAT semua komputer dalam diagram sebelumnya menggunakan beberapa alamat IP publik, maka kita akan melakukan banyak-ke-banyak NAT.

Reverensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Network_address_translation




















Jumat, 03 Maret 2017

REDIRECT port 80 ke 3128 menggunakan debian router

Tarjo Net



Pengertian
      Sebuah redirect adalah halaman yang secara otomatis mengirimkan pengunjung ke halaman lain, biasanya sebuah artikel atau bagian dari artikel.Tapi sekarang admin akan sharing cara redirect port.

Latar Belakang
       Untuk sekarang admin akan redirect memang untuk mengarahkang client ke proxy sebelum mengakses jaringan.

Maksud dan Tujuan
  • Mengarakan client 
  • Lebih aman 

Alat dan Bahan      
  • Niat 
  • Debian server
  • Laptop untuk host

Tahap Pelaksanaan
iptables -t nat -A PREROUTING -s (sumber alamat ip) -d (tujuan alamat ip) -p (protokol yang digunakan) --dport (port yang di tuju) -j REDIRECT --to-port 3128

 #iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.145.2 -p tcp  --dport 80 -i eth1 -j REDIRECT --to-port 3128

Jika ada paket masuk dari eth0 yang memiliki alamat ip 192.168.145.2 merequest port 80 akan diubah ke port 3128.



Reverensi
http://rootbox.or.id/tips/iptables.html

Kamis, 02 Maret 2017

REDIRECT port 80 ke port 3128 pada mikrotik

Tarjo Net


Pengertian
      Sebuah redirect adalah halaman yang secara otomatis mengirimkan pengunjung ke halaman lain, biasanya sebuah artikel atau bagian dari artikel.Tapi sekarang admin akan sharing cara redirect port.

Latar Belakang
       Untuk sekarang admin akan redirect memang untuk mengarahkang client ke proxy sebelum mengakses jaringan.

Maksud dan Tujuan
  • Mengarakan client 
  • Lebih aman 

Alat dan Bahan
  • Mikrotik
  • PC/Laptop untuk remote mikrotik

Tahap pelaksanaan
Pertama masuk IP>firewall>nat>add


src address = Sumber alamat IP.
protokol = protokol yang digunakan.(misal.TCP,UDP,ICMP,dll)
dst.port = tujuan port 
in.interfaces = masuk dari interfaces

(Jika ada host yang mempunyai alamat ip 192.168.145.2 merequest  protokol TCP khusus 80 yang masuk dari eth2 akan TARGET)

Masuk action



Action dst-nat = Merubah alamat ip tujuan
To Address = Merubah alamat ip tujuan menjadi
Port = merubah port tujuan

Kesimpulan
Jika ada alamat ip masuk dari interfaces eth2 yang memiliki ip 192.168.145.2  ke port 80 akan diubah menjadi 192.168.100.1:80.

Reverensi
http://rootbox.or.id/tips/iptables.html

Rabu, 01 Maret 2017

Comand IPtables

Tarjo Net.



Command

       Command pada baris perintah IPTables akan memberitahu apa yang harus dilakukan terhadap lanjutan sintaks perintah. Umumnya dilakukan penambahan atau penghapusan sesuatu dari tabel atau yang lain.


1. Command

-A
--append
Perintah ini menambahkan aturan pada akhir chain. Aturan akan ditambahkan di akhir baris pada chain yang bersangkutan, sehingga akan dieksekusi terakhir

-D         
--delete
Perintah ini menghapus suatu aturan pada chain. Dilakukan dengan cara menyebutkan secara lengkap perintah yang ingin dihapus atau dengan menyebutkan nomor baris dimana perintah akan dihapus.

-R         
--replace
Penggunaannya sama seperti --delete, tetapi command ini menggantinya dengan entry yang baru.

-I         
--insert
Memasukkan aturan pada suatu baris di chain. Aturan akan dimasukkan pada baris yang disebutkan, dan aturan awal yang menempati baris tersebut akan digeser ke bawah. Demikian pula baris-baris selanjutnya.

-L         
--list
Perintah ini menampilkan semua aturan pada sebuah tabel. Apabila tabel tidak disebutkan, maka seluruh aturan pada semua tabel akan ditampilkan, walaupun tidak ada aturan sama sekali pada sebuah tabel. Command ini bisa dikombinasikan dengan option –v (verbose), -n (numeric) dan –x (exact).

-F         
--flush
Perintah ini mengosongkan aturan pada sebuah chain. Apabila chain tidak disebutkan, maka semua chain akan di-flush.

-N         
--new-chain
Perintah tersebut akan membuat chain baru.

-X         
--delete-chain
Perintah ini akan menghapus chain yang disebutkan. Agar perintah di atas berhasil, tidak boleh ada aturan lain yang mengacu kepada chain tersebut.

-P         
--policy
Perintah ini membuat kebijakan default pada sebuah chain. Sehingga jika ada sebuah paket yang tidak memenuhi aturan pada baris-baris yang telah didefinisikan, maka paket akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan default ini.

-E         
--rename-chain
Perintah ini akan merubah nama suatu chain.

2. Option Option digunakan dikombinasikan dengan command tertentu yang akan menghasilkan suatu variasi perintah.

Option
Command          Pemakai
Keterangan
-v          
--verbose
--list          
--append 
--insert 
--delete
--replace
Memberikan output yang lebih detail, utamanya digunakan dengan --list. Jika digunakan dengan
--list, akan menampilkam K (x1.000),
M (1.000.000) dan G (1.000.000.000).
-x          
--exact
--list
Memberikan output yang lebih tepat.
-n          
--numeric
--list
Memberikan output yang berbentuk angka. Alamat IP dan nomor port akan ditampilkan dalam bentuk angka dan bukan hostname ataupun nama aplikasi/servis.
--line-number
--list
Akan menampilkan nomor dari daftar aturan. Hal ni akan mempermudah bagi kita untuk melakukan modifikasi aturan, jika kita mau meyisipkan atau menghapus aturan dengan nomor tertentu.
--modprobe
All
Memerintahkan IPTables untuk memanggil modul tertentu. Bisa digunakan bersamaan dengan semua command.

3. Generic Matches

Generic Matches artinya pendefinisian kriteria yang berlaku secara umum. Dengan kata lain, sintaks generic matches akan sama untuk semua protokol. Setelah protokol didefinisikan, maka baru didefinisikan aturan yang lebih spesifik yang dimiliki oleh protokol tersebut. Hal ini dilakukan karena tiap-tiap protokol memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memerlukan perlakuan khusus.

3. Match
Keterangan

-p         
--protocol
Digunakan untuk mengecek tipe protokol tertentu. Contoh protokol yang umum adalah TCP, UDP, ICMP dan ALL. Daftar protokol bisa dilihat pada /etc/protocols.

Tanda inversi juga bisa diberlakukan di sini, misal kita menghendaki semua protokol kecuali icmp, maka kita bisa menuliskan --protokol ! icmp yang berarti semua kecuali icmp.

-s         
--src
--sourc  
Kriteria ini digunakan untuk mencocokkan paket berdasarkan alamat IP asal. Alamat di sini bisa berberntuk alamat tunggal seperti 192.168.1.1, atau suatu alamat network menggunakan netmask misal 192.168.1.0/255.255.255.0, atau bisa juga ditulis 192.168.1.0/24 yang artinya semua alamat 192.168.1.x. Kita juga bisa menggunakan inversi.

-d         
--dst
--destination
Digunakan untuk mecocokkan paket berdasarkan alamat tujuan. Penggunaannya sama dengan match –src

-i         
--in-interfeces
Match ini berguna untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket datang. Match ini hanya berlaku pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING

-o         
--out-interface
Berfungsi untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket keluar. Penggunannya sama dengan
--in-interface. Berlaku untuk chain OUTPUT, FORWARD dan POSTROUTING

4. Implicit Matches

Implicit Matches adalah match yang spesifik untuk tipe protokol tertentu. Implicit Match merupakan sekumpulan rule yang akan diload setelah tipe protokol disebutkan. Ada 3 Implicit Match berlaku untuk tiga jenis protokol, yaitu TCP matches, UDP matches dan ICMP matches.

a. TCP matches

Keterangan

--sport         
--source-port
Match ini berguna untuk mecocokkan paket berdasarkan port asal. Dalam hal ini kia bisa mendefinisikan nomor port atau nama service-nya. Daftar nama service dan nomor port yang bersesuaian dapat dilihat di /etc/services.

--sport juga bisa dituliskan untuk range port tertentu. Misalkan kita ingin mendefinisikan range antara port 22 sampai dengan 80, maka kita bisa menuliskan --sport 22:80.

Jika bagian salah satu bagian pada range tersebut kita hilangkan maka hal itu bisa kita artikan dari port 0, jika bagian kiri yang kita hilangkan, atau 65535 jika bagian kanan yang kita hilangkan. Contohnya --sport :80 artinya paket dengan port asal nol sampai dengan 80, atau --sport 1024: artinya paket dengan port asal 1024 sampai dengan 65535.Match ini juga mengenal inversi.

--dport         

--destination-port
Penggunaan match ini sama dengan match --source-port.

--tcp-flags   
Digunakan untuk mencocokkan paket berdasarkan TCP flags yang ada pada paket tersebut. Pertama, pengecekan akan mengambil daftar flag yang akan diperbandingkan, dan kedua, akan memeriksa paket yang di-set 1, atau on.

Pada kedua list, masing-masing entry-nya harus dipisahkan oleh koma dan tidak boleh ada spasi antar entry, kecuali spasi antar kedua list. Match ini  mengenali SYN,ACK,FIN,RST,URG, PSH. Selain itu kita juga menuliskan ALL dan NONE. Match ini juga bisa menggunakan inversi.

--syn   
Match ini akan memeriksa apakah flag SYN di-set dan ACK dan FIN tidak di-set. Perintah ini sama artinya jika kita menggunakan match --tcp-flags SYN,ACK,FIN SYN

Paket dengan match di atas digunakan untuk melakukan request koneksi TCP yang baru terhadap server

b. UDP Matches
Karena bahwa protokol UDP bersifat connectionless, maka tidak ada flags yang mendeskripsikan status paket untuk untuk membuka atau menutup koneksi. Paket UDP juga tidak memerlukan acknowledgement. Sehingga Implicit Match untuk protokol UDP lebih sedikit daripada TCP.

Ada dua macam match untuk UDP:

--sport atau --source-port
--dport atau --destination-port

c. ICMP Matches
Paket ICMP digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi-kondisi jaringan yang lain. Hanya ada satu implicit match untuk tipe protokol ICMP, yaitu :

--icmp-type

Target/Jump
    Target atau jump adalah perlakuan yang diberikan terhadap paket-paket yang memenuhi kriteria atau match. Jump memerlukan sebuah chain yang lain dalam tabel yang sama. Chain tersebut nantinya akan dimasuki oleh paket yang memenuhi kriteria. Analoginya ialah chain baru nanti berlaku sebagai prosedur/fungsi dari program utama. Sebagai contoh dibuat sebuah chain yang bernama tcp_packets. Setelah ditambahkan aturan-aturan ke dalam chain tersebut, kemudian chain tersebut akan direferensi dari chain input.

iptables –A INPUT –p tcp –j tcp_packets

Target   
Keterangan

-j ACCEPT
--jump ACCEPT
Ketika paket cocok dengan daftar match dan target ini diberlakukan, maka paket tidak akan melalui baris-baris aturan yang lain dalam chain tersebut atau chain yang lain yang mereferensi chain tersebut. Akan tetapi paket masih akan memasuki chain-chain pada tabel yang lain seperti biasa.

-j DROP
--jump DROP
Target ini men-drop paket dan menolak untuk memproses lebih jauh. Dalam beberapa kasus mungkin hal ini kurang baik, karena akan meninggalkan dead socket antara client dan server.

Paket yang menerima target DROP benar-benar mati dan target tidak akan mengirim informasi tambahan dalam bentuk apapun kepada client atau server.

-j RETURN
--jump RETURN
Target ini akan membuat paket berhenti melintasi aturan-aturan pada chain dimana paket tersebut menemui target RETURN. Jika chain merupakan subchain dari chain yang lain, maka paket akan kembali ke superset chain di atasnya dan masuk ke baris aturan berikutnya. Apabila chain adalah chain utama misalnya INPUT, maka paket akan dikembalikan kepada kebijakan default dari chain tersebut.

-j MIRROR
Apabila kompuuter A menjalankan target seperti contoh di atas, kemudian komputer B melakukan koneksi http ke komputer A, maka yang akan muncul pada browser adalah website komputer B itu sendiri. Karena fungsi utama target ini adalah membalik source address dan destination address.

Target ini bekerja pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING atau chain buatan yang dipanggil melalui chain tersebut.

Beberapa target yang lain biasanya memerlukan parameter tambahan:

a. LOG Target

Ada beberapa option yang bisa digunakan bersamaan dengan target ini. Yang pertama adalah yang digunakan untuk menentukan tingkat log. Tingkatan log yang bisa digunakan adalah debug, info, notice, warning, err, crit, alert dan emerg.Yang kedua adalah -j LOG --log-prefix yang digunakan untuk memberikan string yang tertulis pada awalan log, sehingga memudahkan pembacaan log tersebut.

iptables –A FORWARD –p tcp –j LOG --log-level debug iptables –A INPUT –p tcp –j LOG --log-prefix “INPUT Packets” b. REJECT Target

Secara umum, REJECT bekerja seperti DROP, yaitu memblok paket dan menolak untuk memproses lebih lanjut paket tersebut. Tetapi, REJECT akan mengirimkan error message ke host pengirim paket tersebut. REJECT bekerja pada chain INPUT, OUTPUT dan FORWARD atau pada chain tambahan yang dipanggil dari ketiga chain tersebut.

iptables –A FORWARD –p tcp –dport 22 –j REJECT --reject-with icmp-host-unreachable Ada beberapa tipe pesan yang bisa dikirimkan yaitu icmp-net-unreachable, icmp-host-unreachable, icmp-port-unreachable, icmp-proto-unrachable, icmp-net-prohibited dan icmp-host-prohibited.


c. SNAT Target

Target ini berguna untuk melakukan perubahan alamat asal dari paket (Source Network Address Translation). Target ini berlaku untuk tabel nat pada chain POSTROUTING, dan hanya di sinilah SNAT bisa dilakukan. Jika paket pertama dari sebuah koneksi mengalami SNAT, maka paket-paket berikutnya dalam koneksi tersebut juga akan mengalami hal yang sama.

iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j SNAT --to-source 194.236.50.155-194.236.50.160:1024-32000 d. DNAT Target

Berkebalikan dengan SNAT, DNAT digunakan untuk melakukan translasi field alamat tujuan (Destination Network Address Translation) pada header dari paket-paket yang memenuhi kriteria match. DNAT hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau chain buatan yang dipanggil oleh kedua chain tersebut.

iptables –t nat –A PREROUTING –p tcp –d 15.45.23.67 --dport 80 –j DNAT --to-destination 192.168.0.2 e. MASQUERADE Target

Secara umum, target MASQUERADE bekerja dengan cara yang hampir sama seperti target SNAT, tetapi target ini tidak memerlukan option --to-source. MASQUERADE memang didesain untuk bekerja pada komputer dengan koneksi yang tidak tetap seperti dial-up atau DHCP yang akan memberi pada kita nomor IP yang berubah-ubah.

Seperti halnya pada SNAT, target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain POSTROUTING.

iptables –t nat –A POSTROUTING –o ppp0 –j MASQUERADE f. REDIRECT Target

Target REDIRECT digunakan untuk mengalihkan jurusan (redirect) paket ke mesin itu sendiri. Target ini umumnya digunakan untuk mengarahkan paket yang menuju suatu port tertentu untuk memasuki suatu aplikasi proxy, lebih jauh lagi hal ini sangat berguna untuk membangun sebuah sistem jaringan yang menggunakan transparent proxy. Contohnya kita ingin mengalihkan semua koneksi yang menuju port http untuk memasuki aplikasi http proxy misalnya squid. Target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau pada chain buatan yang dipanggil dari kedua chain tersebut.

iptables –t nat –A PREROUTING –i eth1 –p tcp --dport 80 –j REDIRECT --to-port 3128

Reverensi
http://rootbox.or.id/tips/iptables.html